Rindu Ayah di Surga
Dalam sela waktu luang
Dalam sela waktu luang
Sosok Ayah terbayang terulang
Wajah terbasah air mata terbuang
Dalam rindu ketiadaanmu
Sudah kau pergi jauh di sana
Tinggalkan ku duduk merana
Tiada lagi dapat ku jumpa
Belai kasihmu kini hampa
Terkadang bayang mengulang waktu
Pada jasadmu melimpah darah terbuju
kaku
Tumpah air mataku ketika itu
Tak percaya, tak berdaya akan nasib dan
takdirku
Rindu Ayah di surga
Pada jasa-jasamu ku penuh bangga
Engkau harta bagi bangsa
Kau rela derita demi bangsa
Adakah ku sepertimu?
Mampukah ku sepertimu?
Ketiadaanmu adalah ketiadaan benteng
kokoh
Karena engkau telah robohs
Kepergianmu adalah gemuruh takbir
Engkau pahlawan yang tengah berakhir
Engkau prajurit perang yang menang
Demi engkau ku gantikan berjuang
Karya :
Yayan Aryanto
Judul :
Rindu Ayah di Surga

T.T.L. :
Cilacap, 19 Februari 1995
Pesan :
Semoga puisi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan mampu menggebrak semangat
Nasionalisme. Serta dapat menyentuh hati pembaca, betapa kita harus menghargai
jasa-jasa seorang Ayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar