Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Puisi Rindu Ayah di Surga

Rindu Ayah di Surga


Dalam sela waktu  luang
Sosok Ayah terbayang terulang
Wajah terbasah air mata terbuang
Dalam rindu ketiadaanmu

Sudah kau pergi jauh di sana
Tinggalkan ku duduk merana
Tiada lagi dapat ku jumpa
Belai kasihmu kini hampa

Terkadang bayang mengulang waktu
Pada jasadmu melimpah darah terbuju kaku
Tumpah air mataku ketika itu
Tak percaya, tak berdaya akan nasib dan takdirku

Rindu Ayah di surga
Pada jasa-jasamu ku penuh bangga
Engkau harta bagi bangsa
Kau rela derita demi bangsa

Adakah ku sepertimu?
Mampukah ku sepertimu?
Ketiadaanmu adalah ketiadaan benteng kokoh
Karena engkau telah robohs

Kepergianmu adalah gemuruh takbir
Engkau pahlawan yang tengah berakhir
Engkau prajurit perang yang menang
Demi engkau ku gantikan berjuang


Karya : Yayan Aryanto
Yan Aryanto.jpg
T.T.L. : Cilacap, 19 Februari 1995
Pesan  : Semoga puisi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan mampu menggebrak semangat Nasionalisme. Serta dapat menyentuh hati pembaca, betapa kita harus menghargai jasa-jasa seorang Ayah.

Sabtu, 09 Februari 2013

Puisi Rinduku

Dalam sepi merajut rindu
Terbayang jauh dalam rasa
Ku ukir ku tulis di ujung pena
Segenap rasa dalam jiwa

Biarlah saksi goresan tinta
Menari di atas kertas putih
Mewakili rasa yang tumpah ruah
Segenap rasaku yang ku biarkan indah

Biarlah malam menjadi gelap
Kan tetap bintang gemerlap
Merangkai indah menghias malam
Tak kan lagi hatiku kelam tenggelam

Rinduku . . .
Biarlah merasuk jauh di lubuk
Tak kan bisa bintang ku peluk
Kan menanti walau terpuruk


 Inilah puisi saya yang berjudul " Rinduku ".
Mungkin tak cukup menarik. Tapi, Rinduku pada seseorang membuat saya terinspirasi untuk membuat puisi yang berjudul Rinduku ini. Mungkin tak hanya pada seseorang saja, karena Rinduku berlaku juga pada Cita-cita yang ingin saya capai.

Jadilah Aku

Jadilah Aku

 Jadilah aku sehelai angin
Memmbelai lembut dengan sayup
Bukan angin bertiup kencang
Yang jadikan rumah layang, pohon terbang

Jadilah aku setetes air
Yang menggenang di padang pasir
Bukan air yang mengalir
Yang menggenangkan banjir

Jadilah aku sepercik api
Menyala di antartika
Bukan api yang penuh amarah
Yang ternakan si jago merah

Jadilah aku manusia biasa
Yang berguna harumkan bangsa
Bukan manusia berjabat tinggi
Berkedok dermawan berhati macan


Ok, kawan!
Ini puisi saya yang berjudul "Jadilah Aku".
Semoga dapat membangkitkan semangat Anda untuk jadi orang yang berguna.
Tak harus jadi orang hebat untuk bisa bermanfaat, bukan?